Sabtu, 06 Juni 2015

Bakti sosial - Day 4 (final day)

TFI – KERJA BAKTI

Nama : Syafiah Syafri
NIM : 1801430350
Jurusan : DKV Animasi
Dosen : Dalmeri (D5049)
Mata kulaih : CB Kewarganegaraan


Hari keempat – kompos
Lokasi : komplek pamulang mas, jl. Alamanda mas
Waktu : 2 juni 2015

Kali ini adalah hari terakhir bakti sosial kami. Kami berencana untuk membuat pupuk kompus karena di komplek ini ada tempat untuk membuat pupuk kompos.

Kami berkumpul di alc, dan langsung berangkat ke pamulang. Kami langsung mengunjungi tempat pembuatan pupuk kompos. Bahan yang kami gunakan adalah sampah-sampah yang telah kami kumpulkan di hari-hari sebelumnya.

Inilah cara-cara membuat pupuk kompos :
1.      Campurkan satu bagian sampah hijau dengan satu bagian sampah coklat ke dalam bak atau drum plastik besar yang di bawahnya telah ditutupi dengan tanah dan diberi lubang agar kelebihan air dapat merembes ke dalam tanah.
2.      Tambahkan satu lapisan tanah pada bagian atas dan biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi kompos.
3.      Ulangi proses pertama dan kedua untuk lapisan berikutnya hingga sampah dan tanah habis. Lalu tutup drum dengan karung goni. Proses ini dapat dilakukan setiap dua hari sekali.
4.      Setelah hari ketujuh, buka dan aduk pupuk kompos tersebut. Lalu tutup kembali dan lakukan proses tersebut setiap tujuh hari sekali.
5.      Untuk mempercepat proses pengomposan, anda dapat menambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
6.      Setelah 4-6 minggu, jika campuran pupuk sudah berwarna kehitaman dan tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan telah beres.
7.      Langkah terakhir adalah ayak dan pisahkan bagian yang kasar, lalu kompos yang kasar dapat dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.


Kami belajar banyak tentang kompos. Dan kami senang membantu warga sekitar untuk menjaga kebersihan komplek. 4 hari ini kami lakukan dengan maksimal dan kami berharap komplek ini akan tetap bersih.






Bakti Sosial - Day 3

TFI – KERJA BAKTI

Nama : Syafiah Syafri
NIM : 1801430350
Jurusan : DKV Animasi
Dosen : Dalmeri (D5049)
Mata kulaih : CB Kewarganegaraan


Hari ketiga – bertanam
Lokasi : komplek pamulang mas, jl. Alamanda mas
Waktu :  25 juni 2015

Kali ini sudah memasuki hari ketiga. Hari ini, kami berencana untuk bertanam di komplek pamulang mas. Taman ini dikelola oleh warga setempat. Kami berniat untuk membantu mereka bertanam beberapa tumbuhan yang layak tumbuh di wilayah itu seperti tumbuhan cabe.

Seperti biasa, kami berkumpul di binus alc jam 7 pagi. Kami langsung menuju lokasi. Setelah sampai di lokasi. Kami langsung melapor dan menuju ke taman.

Taman ini sudah dipersiapkan untuk ditanam bibit-bibit yang telah ada. Kami bersiap dan mengambil bibit-bibit dari salahsatu warga.

Penanaman bibit berjalan dengan mulus. Kami lumayan enjoy dengan kegiatan kali ini. Secara bergantian kami menaman bibit cabe di taman tersebut.


Kali ini waktu benar-benar tak serasa berlalu. Kami keasyik-an bertanam bersama. Setelah selesai bertanam, kami kembali untuk membersihkan bekas tanah yang menempel di tangan kami.




bakti sosial - day 2

TFI – KERJA BAKTI

Nama : Syafiah Syafri
NIM : 1801430350
Jurusan : DKV Animasi
Dosen : Dalmeri (D5049)
Mata kulaih : CB Kewarganegaraan


Hari kedua – Membersihkan komplek
Lokasi : komplek pamulang mas, jl. Alamanda mas
Waktu : 12 mei 2015

Dihari kedua kami melanutkan pekerjaan bersih-bersih kami di lokasi yang sama yaitu komplek pamulang mas.

Kami kembali berkumpul di alc tepatnya jam 7 pagi. Setelah semua anggota tela berkumpul, kami langsung berangkat ke lokasi.

Kami masih menyapu-nyapu komplek halaman. Namun kali ini kami membersihkan gang-gang perumahan. Kami menyapu bersih ddaerah itu dan memasukkan sampahnya ke dalam karung yang telah disediakan.

Setelah memasukkan sampah ke karung, kami mulai mengangkat semua karung (termasuk karung sampah yang telah kami kumpulkan di hari pertama baksos) ke rumah kompos. Karung-karung tersebut kami kumpulkan disana.

Setelah balik dari rumah kompos, kami berkumpul untuk beristirahat. Waktu menunjukkan kurang lebih jam 10.






















Bakti Sosial - Day 1

TFI – KERJA BAKTI

Nama : Syafiah Syafri
NIM : 1801430350
Jurusan : DKV Animasi
Dosen : Dalmeri (D5049)
Mata kulaih : CB Kewarganegaraan


Hari pertama – Membersihkan komplek
Lokasi : komplek pamulang mas, jl. Alamanda mas
Waktu : 23 maret 2015

Ini adalah hari pertama kelompok kami, kelompok 5 CB kelas LD33 melakukan program bakti sosial TFI. Kami berkumpul di kampus binus ALC dan langsung berangkat menuju lokasi. Lokasi yang dituju yaitu komplek Pamulang mas

Sesampainya di tempat, kami langsung bersiap-siap dan mendiskusikan apa yang harus dilakukan hari itu. Setelah mengambil beberapa sapu dan langsung bekerja.

Kami menyapu di pinggiran sampah.  Bersama Ibu-Ibu komplek yang juga membantu kami membersihkan jalan. Menyingkirkan dedaunan yang berserakan sampai bersih. Jalanan penuh dengan daun dan sampah, jadi kami bekerja keras untuk membersihkannya. Kami menyapu dari ujung ke ujung. Sampah kami kumpul kan dan kami masukkan ke dalam karung.


Kami selesai menyapu halaman tepat jam 10 pagi. Setelah selesai, kami mengembalikan sapu, lalu pamit dengan ibi-ibu komplek. 








Selasa, 12 Mei 2015

#RunForLeprosy


Nama : Syafiah Syafri
NIM   : 1801430350
Tanggal : 21 Maret 2015


-Latar Belakang Run for Leprosy







      Polkadot Leprosy RUN adalah sebuah kegiatan yang menunjukan kepedulian kita dengan sesama kita terlebih mereka yang sedang sakit atau sudah sembuh dari KUSTA. Kegiatan ini adalah kegiatan sosial, dimana hasilnya 100% akan di sumbangkan dan di gunakan bagi komunitas kusta.
       Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Maret 2015 di Alam Sutera tepatnya di Main Campus Binus University. Acara ini juga merupakan kerja sama dari TFI dengan Binus University.

-Kesan/pengalaman
            Saya merupakan peserta dari Binus University yang mengikuti kategori 5k bersama teman-teman saya. Menurut pengumuman, peserta harus berkumpul paling lambat 1 jam sebelum acara dimulai. Maka dari itu saya sudah mempersiapkan diri sebelum waktu 'deadline'. Karena dianjurkan untuk tidak memakan sarapan terlalu berat sebelum olahraga pagi, saya memakan roti dan susu untuk sarapan.
            Sesampainya di wilayah kampus Binus, waktu telah menunjukkan pukul 05.05. Saya bergegas menuju main kampus karena sudah terdengar suara ramai yang berasal dari sana. Suasana main kampus sangat ramai. Dipenuhi dengan peserta-peserta yang berpastipasi dari kalangan mahasiswa binus maupun dari kalangan masyarakat di luar Binus.
            Saya segera memasang nomor punggung peserta di baju saya dan menyusul teman-teman saya di tempat janjian. Saya sempat keliling-keliling kawasan acara untuk melihat apa-apa saja yang disediakan disana.
Sebelum lari, saya juga ikut senam bersama sebagai pemanasan sebelum lari.
            Pukul 05.50, para peserta kategori 10k sudah berbaris di depan garis start. Tepat pukul 06.00, peserta memulai lari dari garis start. Tak lama setelah itu  peserta kategori 5k mulai berbaris di depan garis start. Saya bersama teman-teman saya ikut berbaris dengan posisi yang lumayan di bagian depan. Pukul 06.15, sirine berbunyi dan kami mulai berlari meninggalkan garis start.
            Kami berlari dengan antusias, ada bebeberapa dari teman saya yang sangat bersemangat dan terus berlari kedepan. Karena ukuran badan saya yang agak tak memungkinkan, saya mulai berhenti berlari dan mulai jalan santai. Setelah beberapa saat istirahat, saya mulai lari lagi.
            Kami berjalan sambil bercanda bersama. Tak terasa 2.5 kilometer telah terlewati. Terlihat ada beberapa stand yang mengediakan minuman untuk  para peserta. Karena lupa membawa botol minum, saya langsung menyambar dan meneguk satu botol mineral gelas. Setelah kembali marasa fresh, saya dan teman-teman saya kembali berlari melewati bundaran di depan KFC Alam Sutera. Setelah tak kuat terus berlari, kami kembali berjalan santai sambil mengobrol bersama.
            Saya dan teman-teman saya sudah mulai mendekati mall Alam Sutera. Memang tak terasa telah melewati hampir 5 kilometer, namun sakit di kaki tetap terasa. Tetapi kami tak patah semangat dan tetap antusias.
            Kami pun sampai di garis finish. Saya menghela nafas lega sepanjang-panjangnya. Panitia-panitia juga membagi-bagikan medal untuk peserta yang telah mencapai garis finish. Mereka juga memberi sebotol air mineral dan pisang. Karena tak kuat berdiri, kami sepakat untuk duduk.
            Dengan kaki yang terlentang, kami mulai menyantap pisang dan minum air mineral bersama sambil mengobrol. Setelah puas beristirahat, kami pun memutuskan untuk meninggalkan area kampus pada pukul 08.90.

Penyakit kusta atau lepra (leprosy) atau disebut juga Morbus Hansen, adalah sebuah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Indonesia dikenal sebagai satu dari tiga negara yang paling banyak memiliki penderita kusta. Dua negara lainnya adalah India dan Brazil.
Penyakit kusta disebabkan oleh kuman yang dimakan sebagai microbakterium, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”.
Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Dan diduga faktor genetika juga ikut berperan, setelah melalui penelitian dan pengamatan pada kelompok penyakit kusta di keluarga tertentu. Belum diketahui pula mengapa dapat terjadi tipe kusta yang berbeda pada setiap individu.
Tanda-tanda :
Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. Secara umum, tanda-tanda itu adalah :
  • Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia
  • Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
  • Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus seryta peroneus. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
  • Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yarig tersebar pada kulit
  • Alis rambut rontok
  • Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)
Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :
  • Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
  • Anoreksia.
  • Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
  • Cephalgia.
  • Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
  • Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
  • Neuritis.

Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh bentuknya, lebih besar kemungkinan menimbulkan penularan dibandingkan dengan yang tidak utuh. Jadi faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.
Secara garis besar, kusta dibagi menjadi dua golongan, pertama adalah tuberkuloid dan yang kedua dikenal dengan lepromatosa. Keduanya sama-sama menyebabkan luka pada bagian kulit, namun yang kedua memiliki daya rusak lebih kuat, biasanya muncul benjolan di area kulit.
Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.